Selamat datang teman2 semua. Thanks udah mau mampir ke blog ini. Sorry klo isinya cuma keluh kesah dan cerita2 gak menarik. Maklum masih baru dalam hal tulis menulis!

Monday, January 9, 2017

Epic wedding

Hidup yang baik.. ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita peroleh.. ketika kita bisa berbagi di kala kesempitan.. ketika kita bisa tersenyum di saat cobaan datang.. ketika kita bisa memaafkan walau sangat menyakitkan.. ketika kita tetap peduli sedangkan yang lain lengah.

Hidup yang indah itu.. bukan saat semua impian terwujud.. tapi keindahannya terletak pada ketulusan dan kesungguhan hati dalam menjalaninya.. karena itu .. kita tidak hanya melihat akhir dari suatu impian.. tapi renungkanlah proses pencapaian.

Dulu kalimat2 indah berupa pantun atau puisi banyak aku terima saat hari2 besar keagamaan lewat sms. Maklum, Hp paling canggih saat itu adalah nokia 3320.

Ada maksud kenapa aku rela membuka kembali isi Hp lamaku hanya untuk menemukan kalimat diatas. Dan karena aku rasa berhubungan dengan apa yang akan aku ceritakan.

Semua bermula dari notif dari FB tentang hal2 yang dulu pernah aku shared. Sebuah kutipan yang aku ambil dari sebuah blog.

Dan oleh karena itu, setiap manusia akan selalu punya cerita dan misterinya masing-masing.

Tapi, tidak semua mau membaginya, dan kalaupun ada yang membagikannya, tidak semua mau mendengarkannya kan?

                                     -Gitaditya-

Quotes dari blog gitaditya yang aku kutip sekitar 5 tahun yang lalu. Karena notif tersebut aku kemudian ingin mampir ke blognya gitaditya. Sekedar pengen tau apa dia masih aktif ato udah off dari dunia tulis menulis. Apalagi postingan terakhir yang aku baca ia sudah tunangan.

Nah, masalahnya aku lupa nama blognya. Langsung dah tanya mbah google, dengan kata kunci “gitaditya”.

Yang keluar pertama malah sebuah berita dari “tribunnews” berjudul Viral Pengantin Gitaditya - Kabar Terkini Wanita yang Menikah Tanpa Mempelai Pria. Sempet gak percaya klo itu gita yang aku cari. Setelah membaca isi beritanya, aku yakin pengantin tersebut adalah gita yang aku maksud karena akun ignya (dalam berita tersebut) @gitskai, yang sama dengan judul blognya. Dari berita tersebut juga akhirnya aku tau nama aslinya gitaditya..hehe.

Mungkin berita di atas cuma memberitakan hal2 yang dipermukaan. Jika kalian mau tau gimana sih ceritanya kok bisa sampe gitu..? dan bagaiamana perjuangan si gita dalam cobaannya itu..? mending kalian baca sendiri aja di blognya si gita. Di tulis dengan gaya bahasa yang santai namun menarik. Tulisan yang santai untuk hal yang fenomenal..

Kalian bisa baca disini. Asal kalian tau, tulisannya yang lain juga bagus2, lucu2, koplak2..hahaha!!!

Tulisannya yang pernah aku repost di blog ini berjudul  “Atas nama bangsa Indonesia” (judul asli; Mahardika).

Monday, December 26, 2016

Berprasangka

images (7)

Kalian pernah melihat meme di atas?? Tentunya sebagian dari kita pernah melihatnya. Meme tersebut aku dapat di sosmed.

Dari meme tersebut dapat kita lihat bahwa ada pergeseran perilaku seiring dengan berkembangnya mobile phone / smartphone.

Dan akhirnya, aku pun mengalami (lebih tepatnya melihat langsung perilaku tersebut) apa yang tergambar dalam meme diatas.

Jadi ceritanya, aku siang tadi lagi jalan2 di pusat perbelanjaan (sebut saja Hardist) di kota Negara. Rencananya sih mau beli sarung tangan sama masker buat bepergian naik sepeda. Kebetulan tempatnya ada di dekat escalator.

Nah, tiba2 ada wanita teriak. Saat aku menoleh ke arah suara teriakan, kulihat ibu2 jatuh di bawah escalator. Dia terlihat kesulitan untuk berdiri, dan ada satpam sudah berusaha menolong. Tapi si ibu masih kesulitan berdiri. Langsung saja aku datangi untuk membantu. Kupegang tangan sebelahnya, dan sebelahnya lagi di pegang sama pak satpam.

Setelah si ibu berdiri, betapa kagetnya aku, ternyata si ibu lagi menggendong bayi..

Langsung ku tanya, “gimana anaknya buk, gak pa2?”

“Gak pa2 pak”.

Setelah melihat ibu dan anaknya gak pa2, aku pun bersiap pergi. Dan ternyata, di belakang, ada bapak2 yang lagi pegang hp, entah memfoto atau memvideo, aku gak tau.

Sebenarnya bisa aja bapak itu lagi baca sms ato apalah, tapi dari posisinya dan cara ia memegang hpnya, aku 90% yakin ia sedang memfoto/menvideo kejadian tadi.

Jadi, klo seandainya di medsos ada video ibuk2 jatuh di escalator di salah satu pusat perbelanjaan (sebut saja hardis) di Negara, mungkin ada aku disitu.

Thursday, December 22, 2016

Kalau saya bakalan galau

Gambar_Kata_Selamat_Hari_Natal_Dan_Tahun_Baru_2017

Seingat saya, belum pernah saya menulis tentang hal2 yang serius dan sangat sensitif, apalagi berbau politik. Namun, fenomena yang ramai terjadi saat ini bikin tangan gregetan pengen menulis sesuatu yang mungkin agak serius dikit.

Sebelumnya, saya mohon maaf klo ada salah kata, karena ilmu yang masih sejengkal dan perlu lebih banyak belajar.

Fenomena yang akan saya bahas disini adalah fenomena akhir tahun. Tentang ucapan ”Selamat Natal”. Beberapa kalangan dari umat muslim menilai bahwa ucapan selamat natal tidaklah pantas. Namun, disisi lain beberapa kalangan menyebutkan klo sebenarnya ucapan selamat natal tidaklah masalah.

Debat pro dan kontra banyak dibahas di sosmed. Awalnya saya tidak terlalu peduli (karena saya non-muslim), dan tidak mau ikut campur urusan keimanan orang lain. Namun, semenjak fenomena ini masuk ke dalam salah satu grup yang saya ikuti, grup yang beranggotakan orang2 yang longor alias sedikit gila (hehehe), karena membahas tentang hal2 yang sama sekali tidak penting, timbul keinginan untuk berpendapat.

Karena, menurut hemat saya, grup tersebut (yang saya ikuti) berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan di sela2 hari yang menuntut keseriusan. Setidaknya grup tersebut tidak jarang membuat saya tersenyum dan tertawa.

Saya tidak akan membahas tentang siapa benar dan siapa salah. Yang saya ingin sampaikan disini adalah rasa penasaran terhadap sikap dari pemerintah nantinya.

Saya berpikir, mungkin sekarang pemerintah sedang dilanda kebingungan. Di satu sisi, para pejabat pemerintah yang beragama islam tidak boleh mengucapkan selamat natal kepada masyarakatnya. Sedangkan di sisi lain, pejabat pemerintah tersebut memiliki masyarakat yang heterogen.

Jika beliau hanya mengucapkan “selamat” untuk hari raya agamanya saja, maka ia akan dianggap pilih kasih. Tapi, jika ia mengucapkan “selamat” untuk hari raya agama lain (semua agama dan keyakinan yang diakui pemerintah), maka ia akan mendapat cap sebagi orang yang tidak mengimani agamanya sendiri.

Seperti makan buah simalakama…

Apapun yang dilakukan oleh pejabat tersebut, kesemuanya berpotensi menurunkan citra pemerintah.

Ada yang bilang ini adalah fenomena setiap tahun. Tapi saya melihat klo fenomena ini baru terjadi sekitar 2 – 3 tahun kebelakang, dan terus berkembang semakin besar. Mungkin karena dulu sosmed tidak se-booming sekarang, atau mungkin karena masyarakat muslim sekarang telah melek ilmu agama, I don’t know.

Tapi, ada sebuah teori konspirasi yang menyebutkan bahwa fenomena ini dimaksudkan untuk menciptakan kegaduhan untuk memecah belah NKRI. Saya pribadi melihat teori tersebut ada benarnya. Karena, semua datang secara bersama2, mulai dari kembalinya komunis, agresi cina, ketidakpekaan pemerintah terhadap isu kemanusiaan, penistaan agama, sampai “selamat natal”, yang kesemuanya berpotensi besar melemahkan pemerintahan. Jika pemerintah lemah, maka sangat gampang dimanfaatkan oleh pihak2 berkepentingan untuk mencapai tujuannya.

Seperti kata pak jendral panglima, “negara asing sedang mengincar SDA Indonesia”, mungkin benar adanya.

Yang saya takutkan adalah, nasib Negara kita akan sama seperti kerajaan majapahit dulu. Setelah susah payah mempersatukan nusantara, akhirnya pecah belah akibat ketidak jelian kerajaan pusat melihat benih2 perpecahan. Dan akhirnya, perlu 350 tahun lagi agar nusantara kembali menjadi satu kesatuan.

Mudah2an itu tidak terjadi…!!!

Demikian tulisan ini saya buat sebenar2nya (benar asli hasil pemikiran saya pribadi) tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

Wuiiiiih, panjang ya tulisannya…hahaha. Baru kali ini nulis segini banyak. Biasanya copy paste…hahaha.

Sunday, December 18, 2016

Kosong...!!!

























































Demikian tulisan ini saya buat. Mudah2an dapat menjadi inspirasi bagi kalian semua.

#bingungmaunulisapa
#sesuaijudulnya
#sepertiisiotaksaya

Friday, December 16, 2016

Enam Sembilan



Aku pernah berpikir, kenapa ada seorang manusia secara sengaja.menyakiti sesama manusia. Jikalau pun dia khilaf, pasti ada penyesalan dan kemungkinan terulang kembali semakin kecil. Tapi menyakiti sesama (atas alasan apapun) secara berulang2, (saat itu) ada di luar nalarku.


Kalian mungkin pernah melihat gambar diatas.

Kebenaran itu relatif. Kita mungkin berpikir tindakan mereka itu irasional, tidak masuk diakal. Tapi siapa yang menentukan tindakan siapa benar, dan tindakan siapa yang salah.

Aku tidak mendukung ataupun membenci sebuah peperangan. Namun, aku selalu berpendapat, sebuah peperangan menjadi salah saat ada korban dari warga sipil.


Friday, December 9, 2016

Narsis Maksimal

narsis

 

 

!!!……Speechless…..!!!

Pages